wong Daile | Your Blog Description
Latest Post

Aktifis 98: CIA Beri Sinyal Bahaya Operasi Intelijen Cina di Pilgub DKI


Nasional.in ~ Momen Pilgub DKI 2017 tidak hanya menyeret rakyat dalam ancaman konflik terbuka berskala nasional namun juga mendapat sorotan serius dari jaringan intelijen asing.

Demikian pandangan Ketua Progres 98 Faizal Assegaf dalam keterangan kepada redaksi, Selasa (18/4).

Dia mengatakan, mengutip pernyataan pengamat politik dari Universitas Nortwestern Chicago Jeffrey Winters, bahwa Pilkada DKI Jakarta merupakan perang antara RRC vs Nasionalis Indonesia sejati.

Pandangan yang dilontarkan Jeffrey Winters ini, kata Faizal, menguatkan dugaan keterlibatan operasi intelijen Cina untuk membackup rezim penguasa saat ini guna memenangkan Basuki-Djarot.

"Pandangan Jeffrey Winters tidak sebatas kesimpulan subjektif sebagai pengamat. Namun mewakili kecemasan Central Intelligence Agency (CIA) untuk memberi sinyal kepada TNI dan rakyat Indonesia agar bersatu melawan hegemoni Cina," kata Faizal.

Sebab selain TNI dan rakyat Indonesia, sebut Faizal, Amerika pun memiliki persepsi yang sama bahwa Basuki adalah representasi dari kepentingan konglomerat aseng dan pemerintah Cina.

"Sehingga wajar saja bila misi politik tersebut memberi ruang bagi operasi intelijen Cina bersekutu penguasa untuk melakukan segala cara demi memenangkan Basuki-Djarot," katanya.

Dia mengingatkan manuver intelijen Cina tidak hanya memetakan situasi politik, keamanan dan sokongan keuangan. Tapi patut diwaspadai penetrasi mereka melalui jaringan cyber untuk membuat kecurangan.

"Kekhawatiran itulah membuat CIA melalui Jeffrey Winters memberi sinyal kepada TNI dan rakyat Indonesia agar bertindak waspada dan dapat bersatu guna mencegah. Oleh sebab TNI dan rakyat tidak boleh lengah," tukasnya.

ADA BERITA MENARIK SCROLL KE BAWAH www.NASIONAL.in
Sumber Berita : Rmol.co


[nasional.in/apik.apikepol.com]

Ini yang Dikatakan Habib Rizieq Saat Mencoblos di Bilik Suara


Nasional.in ~ Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab menyalurkan hak pilihnya pada Selasa (17/4) di Pilkada DKI putaran kedua di TPS 17, RW 04, Petamburan, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat.  Kehadiran Habib Rizieq di TPS sekitar pukul 08.20 WIB dikawal ketat dengan puluhan anggota laskar FPI.

Habib Rizieq datang ke TPS bersama istrinya langsung mendaftarkan diri dan duduk di kursi tunggu. Tidak berselang lama petugas TPS langsung memanggil namanya bersama istri dan memberikan surat suara.

"Bismillahirrahmanirahim," kata Rizieq sambil memasukkan surat suara usai mencoblos di bilik suara.

Tak berselang lama, Rizieq pun keluar dari TPS dan langsung cegat oleh awak media yang telah menunggu sejak awal TPS dibuka.  Sempat terjadi dorong-dorongan antara awak media dengan laskar FPI sesaat setelah Habib Rizieq keluar dari TPS. Walaupun akhirnya Habib Rizieq berhenti untuk melayani pertanyaan wartawan.
ADA BERITA MENARIK SCROLL KE BAWAH www.NASIONAL.in
Sumber Berita : Republika.co.id


[nasional.in/apik.apikepol.com]

Kantor DPC PPP Jaksel Resmi Disegel Panwaslu Terkait Sembako


Nasional.in ~ Warga sebelumnya menemukan adanya pelanggaran pembagian sembako di kantor DPC PPP Jakarta Selatan yang berada di bilangan Jagakarsa pada Senin (17/4). Saat ini, kantor tersebut telah resmi disegel oleh Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Jakarta Selatan.

"Iya tadi resmi disegel sejak tadi pukul 23.00 WIB," ujar Ketua Panwaslu Jakarta Selatan Ari Masyhuri saat dihubungi Republika.co.id, Rabu (19/4).

Ia mengatakan bahwa penyegelan tersebut dilakukan lantaran masih dalam penanganan dan untuk mengamankan barang bukti berupa sembako yang ada di lokasi tersebut, sehingga pihaknya pun menjadikan status quo.

"Iya kan masih dalam penanganan Panwas masalahnya. Dalam rangka memberikan kesaksian semua barang bukti," ucapnya.

Menurut dia, penyegelan tersebut dilakukan setelah ada laporan dari warga yang menduga ada pembagian sembako. Sembako tersebut diduga dilakukan oleh pendukung Paslon nomor urut dua, yaitu Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat.

Ia menjelaskan bahwa sembako tersebut berisi beras, gula, dan minyak goreng. Namun, kata Ari, pihaknya sampai saat ini belum dapat menyimpulkan sembako tersebut dari pihak Paslon mana. "Nanti pelaku bisa terkena ancaman Pidana Pemilu sesuai dengan UUD 10 tahun 2016 bahwa pemberi dan penerima akan mendapat hukuman yang setimpal," katanya.

Ia menambahkan, saat ini sudah ada enam saksi yang diperiksa terkait temuan pelanggaran tersebut dan Panwaslu Jaksel masih akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi lainnya. "Untuk kantor PPP itu nanti akan disegel lima hari setelah penanganan," jelasnya.
ADA BERITA MENARIK SCROLL KE BAWAH www.NASIONAL.in
Sumber Berita : Republika.co.id


[nasional.in/apik.apikepol.com]

Gerindra: Tamasya Al Maidah Muncul karena Megawati Terlebih Dahulu Ajak Seluruh Kadernya Datang ke Jakarta Menangkan Ahok

Apikepol.com - Kemunculan Tamasya Al Maidah tidak lepas dari ulah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Begitu kata Ketua DPP Gerindra Desmond Junaidi Mahesa saat ditemui di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/4).

Dijelaskan wakil ketua Komisi III DPR RI itu bahwa tamasya yang akan digelar dengan menempatkan 100 peserta di tiap tempat pemungutan suara (TPS) ini muncul sebagai bentuk tanggapan atas sikap Megawati yang mengajak seluruh kader utamanya di daerah untuk datang ke Jakarta memenangkan Ahok-Djarot.

"Sebenarnya yang memulai ini Bu Mega. Bu Mega-lah yang mengundang kader-kadernya untuk mengamankan pemilu. Nah ini mungkin jadi contoh oleh orang-orang yang hari ini mau tamasya. Ditakutkan jangan sampai orang yang diundang Megawati melakukan intimidasi," ujarnya.

Meski demikian, Wakil Ketua Komisi III DPR RI ini menilai apa yang dilakukan oleh Mega ataupun Tamasya Al-Maidah merupakan kegiatan positif. Dengan catatan, kedua belah pihak tetap menjaga keamanan dan ketertiban ibukota.

"Tak masalah. Kalau datang ke sini untuk melakukan kerusuhan, saya pikir polisi sudah keluarkan maklumat," tukasnya. (rmol) [Ummatuna/Apikepol]

Megawati Ajak Seluruh Kadernya Datang ke Jakarta Menangkan Ahok, Kenapa Giliran Umat Islam Datang Kawal Pilkada Dilarang?

Apikepol.com - Kemunculan Tamasya Al Maidah tidak lepas dari ulah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Begitu kata Ketua DPP Gerindra Desmond Junaidi Mahesa saat ditemui di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/4).

Dijelaskan wakil ketua Komisi III DPR RI itu bahwa tamasya yang akan digelar dengan menempatkan 100 peserta di tiap tempat pemungutan suara (TPS) ini muncul sebagai bentuk tanggapan atas sikap Megawati yang mengajak seluruh kader utamanya di daerah untuk datang ke Jakarta memenangkan Ahok-Djarot.

"Sebenarnya yang memulai ini Bu Mega. Bu Mega-lah yang mengundang kader-kadernya untuk mengamankan pemilu. Nah ini mungkin jadi contoh oleh orang-orang yang hari ini mau tamasya. Ditakutkan jangan sampai orang yang diundang Megawati melakukan intimidasi," ujarnya.

Meski demikian, Wakil Ketua Komisi III DPR RI ini menilai apa yang dilakukan oleh Mega ataupun Tamasya Al-Maidah merupakan kegiatan positif. Dengan catatan, kedua belah pihak tetap menjaga keamanan dan ketertiban ibukota.

"Tak masalah. Kalau datang ke sini untuk melakukan kerusuhan, saya pikir polisi sudah keluarkan maklumat," tukasnya. (rmol) [Ummatuna/Apikepol]
Open Chat
1
_
Hello! Thanks for visiting my site. Please press Start button to Contact with Admin :)

Start

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. wong Daile - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger